7 Hours in Golden Water
Sebenarnya aku sudah lupa punya janji mampir ke tempat Aris jika aku pulang ke Purworejo. Senin 11 April 2011 aku pulang ke Purworejo dengan Kereta malam dari St. Kiara Condong. Tiket masih belum berubah Rp 19.500,- benar-benar ekonomis. Ada sedikit cerita menarik disini. Kiara Condong seperti biasa masih banyak calo berkeliaran. Seorang calo mendekatiku menawarkan tiket.
- Calo: “Tempat duduk habis mas, tambah 3ribu aja mas dapat tempat duduk.”
- Aku: “Ga mas, makasih.”
Aku pun bergegas menuju loket ikut antri. Calo itu ternyata belum menyerah
- Calo: “Silakan aja klo ga percaya, tempat duduk habis.”
- Aku: “Makasih mas, berdiri juga gpp.” (sedikit jengkel)
Akhirnya si calo menyerah juga
- Calo: “Ooh, biasa berdiri ya mas..”
Tiba giliranku di loket.
- Aku: “kutoarjo pak!”
- Petugas: “20rb” (sambil menyerahkan tiket)
Kemudian kuserahkan uang 20rb. Kubaca sejenak tiket yang baru saja diserahkan. Dalam hati ku bilang semprulll juga nih petugas.
- Aku: “20rb ya pak? koq ini tertulis 19500..”
- Petugas: “ada 500an ga?”
- Aku: “Ada” (sambil kuserahkan)
Petugas tersebut kemudian memberikan uang 1rb rupiah sebagai kembalian.
Setelah dapat tiketnya aku langsung masuk ke dalam stasiun. Kucari bangku kosong untuk menunggu waktu berangkat kereta yang akan kunaiki. Kunyalakan sebatang rokok sekedar sebagai teman dalam penantianku. Tak disangka-sangka tiba-tiba saja mak pettt..! listrik mati he3x.. Parah bener listrik di Indonesia. Stasiun aja sampai gelap gulita gini. Mudah-mudahan kereta tetap berangkat tepat waktu.
Hari Senin 19 April 2011 pukul 21.30 kereta berangkat menuju kutoarjo. tut.. tuuuut..
Aku sengaja merebahkan tubuh di dekat pintu keluar gerbong 4, mungkin karena 2 hal – pertama aku ga dapat tempat duduk, kedua aku males cari tempat duduk kosong. Sepanjang perjalanan kuisi dengan sms’an, fesbukan, ngrokok, dan tidur. Tak terasa sudah pukul 1.00 wib ketika aku terbangun dari tidur. Kutengok keluar pintu kereta tiba di stasiun Ciamis. Setengah jam kemudian kereta tiba di stasiun banjar. Ingin rasanya aku merubah rute perjalanan menuju Pangandaran, tapi tak mungkin. Kereta berjalan kembali meninggalkan stasiun banjar menuju tujuan akhir stasiun Kutoarjo. Akuputuskan untuk tidur lagi. Waktu menunjukkan pukul 04.30 wib. Badan ini rasanya sudah tidak kuat lagi lama-lama di dekat pintu karena hawa yang semakin dingin. Aku lalu mencari kursi yang kosong. Akhirnya aku dapat juga kursi yang kosong. Aku tidur lagi. Lumayan juga pikirku tidur 2 jam sebelum sampai kutoarjo.
Pukul 05.30 pagi kereta tiba di stasiun kutoarjo. Sebelum turun kusempatkan cuci muka di toilet kereta.
Akhirnya kuhirup udara segar Kutoarjo. Setelah kira-kira 8 jam perjalan kereta. Suasana pagi emang luar biasa. Sengaja aku tak langsung naik angkot menuju Purworejo. Aku menyempatkan diri berjalan kaki dulu barang beberapa ratus meter. Setelah dirasa cukup puas aku pun lalu naik angkot A menuju Purworejo. Ongkosnya 4ribu rupiah. Setengah jam kemudian aku sampai di alun-alun Purworejo. Masuk gang sebentar akhirnya sampailah di rumah. Home Sweet Home!!
Seperti biasa sampai di rumah langsung bikin kopi, nyalain rokok, lalu ngpbrol ma ibu. Kebetulan Mesti dan Bayu sudah sampai lebih dulu, jadi peserta ngobrol tambah satu Mesti. Kebetulan Bayu masih tidur. Mesti adalah saudara kembarku sedangkan Bayu adalah suami dari Mesti.
Hari beranjak siang. Aku segera mandi. Selesai mandi kemudian meres-beres tempat persiapan acara Yasin & tahlil. Pukul 15.30 wib satu per satu para tetangga hadir. Pukul 16.00 acara dimulai. Pak kyai pun memimpin jalannya acara. Pukul 17.00 acara selesai. Beres-beres lagi mengembalikan semua perabot ke posisi semula.
Malam harinya selepas maghrib waktu kuisi dengan silaturahmi ke rumah sobatku Dodok. Kami memang sudah janjian sebelumnya. Kami keluar dengan Expass milik Dodok. Tujuan kami toki alat listrik dan Rental VCD. Aku berencana menghabiskan malam nonton “Into The Wild” dan “The Invention of Lying”. Dua film yang luar biasa.
Malam berlalu, pagi pun menampakkan sinarnya. Waktunya kembali ke Bandung. Aku pamitan dengan semuanya. Sungguh saat yang berat harus berpisah dengan orang-orang yang kucintai.
Mungkin aku sedang sial. Dapat angkot brengsek, sehingga aku ketinggalan kereta. Aku sampai di stasiun pukul 8.30 terlambat 5 menit dari keberangkatan kereta pertama menuju Bandung. Lihat jadwal kereta berikutnya menuju Bandung masih 5 jam lagi. Akhirnya kuputuskan merubah rute perjalanan.
Singkat cerita, saya kemudian sudah berada di atas sebuah bus menuju purwokerto. Sekitar 3 jam perjalanan saya tiba di Sukaraja. Saya turun dan berganti minibus menuju Purbalingga. Di depan pasar Purbalingga Aris udah menunggu. Aris adalan teman, tetangga, sekaligus keluarga bagi saya. Perjalanan dilanjutkan menuju rumah Aris untuk makan, minum, dan istirahat. Sore harinya kami jalan-jalan ke Owabong sekedar untuk menyegarkan badan dan melepas lelah di Kolam Air Panas. Dirasa cukup kami pun pulang. Malam harinya dengan travel lokal yang sudah dipesan Aris, saya lanjutkan perjalanan menuju kota Bandung. Sampai di Bandung istri sudah menunggu dengan tampang geram hhee..
–Sekian–

