Arsip

Posts Tagged ‘fatamorgana’

Di Sebuah Kotak Mungil

Aktivitasku beberapa hari terakhir ini menikmati sebuah karya dari seniman berambut Ikal asal Belitong bernama Andrea Hirata. Mungkin karena karyanya tersebut aku jadi sedikit banyak terseret arus pemikirannya, mimpi-mimpi gilanya yang menakjubkan. Yang kubaca kali ini berjudul Edensor. Konon nama sebuah nama desa di Surga. Dari situ aku jadi gemar mempelajari apa yang tersembunyi di diri manusia.

Sore itu, tepatnya hari Senin tanggal 18 Januari 2010 kalender matahari aku meninggalkan kantor tempatku bekerja tepat waktu. Kalau ada lebih mungkin sekitar 20 menitan. Aku ada janji bertemu dengan teman lamaku semasa di bangku SMP, Murtas namanya. Lebih lengkapnya Murtas Hasyim. Kupercepat langkah kakiku melewati lorong-lorong dingin di ruanganku, menuruni 8 lantai menuju halaman gedung sebab dari pembicaraan terakhir di YM dia sudah di daerah Astana Anyar. Kira-kira 1km dari kantorku.

Langkah kakiku terhenti di sebuah bangunan mungil berbentuk kotak tepian komplek kantor tempatku kerja. Yups, pos satpam! begitulah tulisan yang terpampang di bangunan kotak kecil itu. Kuputuskan untuk menunggu disitu sambil sesekali menengok HP bututku, memeriksa apakah ada panggilan atau sms masuk dari temenku itu. Di kotak itu nasib mempertemukanku dengan beberapa makhluk Allah yang lain, Mas ‘Security’, Mbak ‘Beautiful’, dan Pak ‘Luxurious’.

Banyak kata terukir dari keempat bibir yang berbeda ini, banyak pertanyaan terlontar dan banyak jawaban terucap. Buah pikiran saling beradu untuk mencapai harmoni. Dari situlah aku kemudian tahu bahwa Mas ‘Security’ ternyata masih muda dan punya obsesi jadi polisi, mbak ‘Beautiful’ yang merupakan seorang mahasiswa jurusan sekretaris ternyata sedang PKL di kantorku dan dia sepertinya masih ‘available’ hehe.. Pak ‘Luxurious’ sendiri teman sekantorku cuma beda bagian.

Pak ‘Luxurious’ yang kukenal adalah seorang laki-laki paruh baya yang enerjik dan punya pemikiran yang cukup luas. Dia kritis dan idealis. Idenya sungguh banyak. Setiap kata dia ucapkan dengan penuh  keyakinan dan energi. Satu hal yang kucermati dari setiap perkataan yang menggambarkan ide-idenya, selalu diikuti dengan pengungkapan berbagai kendala yang menghalangi terwujudnya cita-cita tersebut. Pelajaran yang dapat kita ambil dari bapak ini yaitu “selesaikanlah segala sesusatu yang telah kamu mulai.”

Dari mbak “beautiful sendiri tidak ada yang spesial kecuali kecantikan & kemolekan tubuhnya. Sungguh menggoda.. terlebih lagi bagi lelaki normal sepertiku hehehe… Wanita cantik emang ga ada habisnya. Semakin hari semakin bermunculan wanita-wanita yang lebih cantik dan bohay. “Ya Allah, kuatkanlah iman hambamu ini.. Amiin.”

Waktu semakin sore, matahari semakin meredupkan sinarnya. Jemputan mbak “beautiful” pun tiba. Dia pun bergegas pulang. Kotak mungil itu pun kemudian sepi. Aku pun memutuskan kembali ke rumah untuk merebahkan badan.

Fatamorgana

10 Juli 2009 1 komentar

Di dunia ini memang tempatnya fatamorgana. Alih-alih menyeimbangkan diri diantara dua situasi/kondisi, penglihatan kita pun sedikit banyak masih terbiaskan fatamorgana.

Aku punya sebuah kumpulan tulisan dari berbagai macam sumber. Kebanyakan dari email teman-teman yang kusalin dan kuurutkan tanpa editing dalam kontennya. Jadi intinya ini bukan buah pemikiranku sendiri. Aku hanyalah ‘pengumpul’. Aku tidaklah secerdas itu untuk menjadi seorang ‘pemikir’.

Terima kasih, semoga bermanfaat.

File [pdf] dapat diunduh dari link di bawah ini :

FATAMORGANA

Categories: Kisah Tag:

Belajar dari Semut

20 Juni 2007 5 komentar

Semut adalah binatang kecil yang luar biasa. Banyak hal yang dapat kita ambil hikmahnya dari kehidupan makhluk bernama semut.semut1.jpg Ada nilai kebersamaan, gotong royong, nilai kesopanan, dan kerendahan hati. Cobalah anda sekali waktu mengamati seekor semut. Semut jika bertemu dengan sejenisnya pasti bertegur sapa entah dia kenal ataupun tidak. Jika seekor semut menemukan makanan, dia akan memanggil teman-temannya untuk membawanya ke rumah dan menikmatinya bersama. Belum pernah terlihat oleh penulis semut “ongkang-ongkang” sambil makan sendirian. Mungkin itulah sekelumit pelajaran yang dapat kita ambil dari makhluk Allah bernama semut.

Categories: Kisah Tag:
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.