Arsip

Posts Tagged ‘Gua Seplawan’

Menjelajah Purworejo Bagian#3 – Gua Seplawan

Minggu ke-3 Romadlon 1429H ini ku memutuskan untuk pulang ke kampung halaman Purworejo meski terkesan “nanggung” sebab Senin aku harus kembali ke Bandung lagi untuk kerja selama 5 hari dan Jumat depannya aku pulang ke Purworejo lagi dan tinggal di sana mpe tanggal 6 Oktober 2008.

Secara kebetulan Aris sekelurga juga pulang ke Purworejo, malah kakaknya Mbak Wit & Mbak Win berangkat pada hari yang sama denganku dari Jakarta. Dan kami pun bertemu di stasiun Kutoarjo. Kami kemudian naik KOPADA sama-sama menuju Kauman – Purworejo kampung halaman kami. Rumahku dan rumah Aris tak begitu jauh, hanya sekitar 100m.

Setelah cukup istirahat dan kangen-kangenan dengan orang tuaku, aku kemudian main ke rumah Aris. Di sana seperti biasanya aku disambut dengan hangat seperti layaknya bagian dari keluarga mereka. Aris kemudian memberitahuku kalau rencana besok kakak-kakaknya ingin jalan-jalan ke Seplawan dan dia mengajakku ikut bersama mereka.

Tanpa pikir panjang kujawab, “Oke! Berangkat…” Kami pun berangkat mengendarai sepeda motor menuju lokasi. Hari itu begitu panas tapi terasa sangat menyenangkan. Setelah menempuh perjalanan sekitar 1jam kami pun tiba di lokasi Gua Seplawan. Setelah lapor ke Juru kunci setempat, kami pun bergegas memasuki perut Gua. Suasana di dalam gua sangat indah tapi disisi laen juga sangat mencekam. Rasanya cukup ngeri juga jika berlama-lama di dalam sana. Banyak mitos atau cerita yang beredar seputar gua ini. Ada yang bilang bilang gua ini adalah tempat persembunyian punggawa kerajaan mataram, ada yang bilang ujung gua ini adalah pantai selatan, tapi yang pasti gua ini cukup menyeramkan. Dulu, waktu gua ini pertama ditemukan oleh penduduk sekitar, ditemukan juga di dalamnya sepasang arca seukuran termos tempat menyimpan air panas. Yang istimewa adalah arca itu terbuat dari emas (wah,, bisa kaya nih klo gue yang nemu hehee,,).

Ada satu pesan menarik di pintu masuk gua. Kira-kira begini bunyinya “Lamun siro banter ojo nglancangi, lamun siro pinter ojo nggurui, lamun siro landep ojo natuni.”

Setelah cukup lama berada di dalam gua, kami memutuskan untuk segera keluar. Kami sholat dan istirahat sejenak sekitar mulut gua. Kemudian kami melanjutkan perjalanan menuju rumah masing-masing.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.