Arsip

Posts Tagged ‘Loano’

Menjelajah Purworejo Bagian #1 – Loano

25 Januari 2010 7 komentar

Sudah lupa tanggalnya hehe,, Akan tetapi aku masih ingat bahwa aku memulai perjalanan menjelajah Purworejo ini bersama sahabatku Aris Roxton. Waktu itu kami berdua hanya nekat dan membulatkan tekad untuk menyegarkan jiwa dan raga. Kami berangkat menuju Loano pagi itu. Singgah sebentar di rumah kakak iparnya Aris untuk sekedar silaturahmi dan menitipkan kendaraan.
Tanpa membuang waktu, setelah berpamitan kami pun langsung berangkat menuju lokasi. Kami tunjuk satu titik puncak di kejauhan sana. “Itu tujuan kita, Ris!”, seruku. Kami berjalan menyusuri kolam, melewati jalan kecil pedesaan yang becek. Kami melewati hamparan sawah-sawah yang mulai menguning. Sungguh Indah!

Tujuan kami masih bertengger di kejauhan. Tampaknya perjalanan masih cukup panjang. Satu lagi rintangan lain menghadang di depan. Sebuah sungai besar mengalir di depan kami. Sungai ini bernama Bogowonto. Hulunya berada di lereng gunung Sumbing. Tentu saja sungai ini tak menciutkan tekad kami berdua menuju puncak tujuan. Kami mulai mencari bagian sungai yang dangkal untuk diseberangi. Sedikit perasaan takut terlintas di hati. Tapi tekad sudah bulat. Pantang kami menyerah di tengah jalan. Satu langkah, dua langkah, dan diikuti langkah-langkah berikutnya akhirnya kami pun berhasil menyeberangi sungai tersebut. Nekad juga ya..!! =)

Kami terus berjalan, meski keringat bercucuran, meski tak tahu rintangan apa lagi menunggu di depan. Sawah ladang kami tundukan, sungai besar bukan hambatan. Jalan mulai menanjak, tampaknya kami semakin dekat dengan tujuan. Di kiri-kanan jalan banyak sekali kami jumpai kebun singkong. Tampaknya penduduk sekitar memanfaatkan lahan disini untuk menanam singkong. Atau mungkin sumber nafkah mereka berasal dari tanaman tersebut. Matahari mulai menampakkan sinarnya menyapa penduduk bumi dengan belaian panasnya. Kami pun akhirnya sampai di tempat tujuan. Sebuah titik puncak yang kami tunjuk secara sembarangan dari bawah sana. Perasaan bahagia, puas, lega, PLONG! relaks selalu menghinggapi setiap kali meraih puncak dengan kerja keras dan tekad pantang menyerah. Itu juga kami rasakan. Kami rehat sejenak, mengambil nafas, dan menghembuskan asap kemenangan – Sampoerna beterbangan. OoHH, nikmatnya…

Sekitar setengah jam kami duduk-duduk di puncak untuk melepas lelah dan memulihkan tenaga. Menikmati indahnya alam ciptaan Sang Maha Kuasa sambil mempelajari apa yang tersirat dibalik ciptaanNya. Setelah dirasa cukup kami melanjutkan perjalanan pulang. Memang tak selamanya kita akan selalu berada di puncak. Satu pelajaran lagi yang dapat kami ambil dari perjalanan kali ini.
Kami menuruni pegunungan ini dengan jalur yang berbeda. Lebih ringan tetapi tetap mengasikkan. Kami bahkan menyempatkan diri mampir di rumah salah seorang teman Aris sewaktu SMU. Orangnya cantik cuma sudah punya suami hehehe..
Apa yang kami lakukan saat ini memberikan kenangan tersendiri yang mungkin takkan pernah kami lupakan. Mungkin suatu hari nanti dapat menjadi bahan cerita dan tertawa di sore hari. Kami sampai di rumah berbekal rasa lelah, kebahagiaan yang unik, dan pengalaman tersendiri. Apa yang mungkin orang lain tidak miliki.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.